Wednesday, 27 August 2008

Pesawat Sriwijaya Air Tergelincir di Jambi

Pesawat Sriwijaya Air jenis Boeing 737-300 keluar landasan Bandara Depati Amir, Bangka, Jumat (18/4) pukul 17.15 Wib. Pesawat dengan pilot M Saman ini membawa penumpang 144 orang, 28 orang di antaranya adalah tamu dari Cina Taipei, Thailand, Iran dan Kazakstan yang siap memeriahkan turnamen voli pantai Asia Pasific, Sabtu (19/4).

JAMBI, RABU - Lebih dari 100 penumpang Sriwijaya Air yang tergelincir di Bandara Sultan Thaha, Jambi dilaporkan selamat. Namun, pesawat jenis Boeing 737-200 tersebut menabrak dua orang yang tengah menggarap kebun sayur di sekitar bandara, masing-masing seorang petani dan anaknya.

Korban yang belum diketahui identitasnya itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Asia Medika yang tidak jauh dari Bandara. Nasib keduanya juga belum diketahui sampai sekarang.

Petugas Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah sakit Asia Medika ketika dikonfirmasi jumlah dan kondisi korban yang ditabrak pesawat naas itu belum bisa memberikan keterangan. "Aduh maaf Pak ! saya belum bisa memberikan keterangan, situasi masih kacau," ujar Yuni (34), salah satu petugas, saat dihubungi.

Salah seorang penumpang bernama Abdul Hakim (35) yang ditemui di Bandara Sultan Thaha usai proses evakuasi mengatakan pesawat yang ditumpanginya berangkat dari Jakarta sekitar pukul 15.45 WIB dan mendarat di Jambi sekitar satu jam kemudian.

Ia menjelaskan saat akan mendarat semua berjalan mulus. Namun, begitu menyentuh landasan, roda pesawat keluar run way dan menerobos kebun sayur masyarakat sekitar 300 meter di sisi landasan tersebut. Saat pesawat tergelincir, kata Abdul Hakim, semua penumpang di dalam pesawat langsung panik.(kompas.com)

1 comment:

det said...

itu bukti kalo operator penerbangan tersebut kurang memperhatikan perawatan pesawat..

ato jangan2 ada parts yang diganti bajakan? hehehe...